Rabu, 02 Januari 2013

Pendakian Mahameru


Minggu malam (23/12/12) sekitar pukul 23.00 WIB, aku memulai petualangan bersama tujuh temanku berangkat dari Surabaya menuju kota Malang. Sampai di Malang sekitar pukul 02.00 WIB. Setiba di Malang, aku bersama ketujuh temanku beristirahat di Tumpang, di tempat seorang supir truk yang biasa membawa rombongan para pendaki ke gunung Semeru. Sehabis sholat shubuh, aku beserta teman2ku juga beberapa rombongan lain langsung berangkat menuju Ranupane menggunakan truk. Sepanjang perjalanan dari Tumpang ke Ranupane kami melihat pemandangan yang sangat indah. Hamparan pegunungan dengan lautan kabut yang menyelimutinya, sungguh luar biasa. Meskipun kami berdesak-desakan di dalam truk, tetapi keindahan alam tersebut cukup dapat mengobati tubuh kami yang lelah.  Setelah sampai di Ranupane, rombongan kami turun dari truk dan melakukan registrasi di pos pendakian. Ranupane merupakan pos pemberhentian terakhir semua kendaraan, karena setelah itu perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki. Sebelum mendaki, kami beristirahat sebentar sambil mencari sarapan di warung. Setelah semuanya siap, kami pun memulai pendakian menuju Puncak Mahameru. Kami memulai perjalanan pukul 09.00 WIB. Setengah jam berjalan, rasanya kaki ini tidak mau berkompromi dan tidak ingin untuk melanjutkan perjalanan. Memang, ini merupakan pendakian pertamaku dan langsung mendaki gunung tertinggi di pulau Jawa yaitu gunung Semeru. Aku pun menguatkan tekad untuk dapat mencapai puncak Mahameru meskipun harus melewati perjuangan yang cukup berat. Setelah satu jam berjalan, kakiku mulai terbiasa dengan medan disana. Aku beserta ketujuh temanku beberapa kali istirahat karena memang perjalanan yang ditempuh sampai pos perkemahan pertama di Ranu Kumbolo cukup jauh, yaitu sekitar 10,5 km. Kami harus naik turun bukit untuk sampai di Ranu Kumbolo. Setelah 5 jam berjalan kami pun tiba di ranu kumbolo. Sebuah tempat peristirahatan yang sangat indah, hamparan tanah lapang dengan danau di tengahnya. Setiba di Ranu Kumbolo, kami rasanya sudah tidak kuat lagi untuk meneruskan perjalanan ke puncak. Kaki dan badan rasanya tidak bisa digerakkan lagi dan harus istirahat. Kami pun memutuskan untuk bermalam di Ranu Kumbolo. Keesokan harinya, setelah beristirahat cukup lama, tubuh terasa fit kembali dan kami melanjutkan perjalanan ke puncak Mahameru. Kami menempuh perjalanan selama tiga jam dari Ranu Kumbolo ke Kalimati. Kami beristirahat di Kalimati dan mempersiapkan diri untuk menempuh perjalanan ke Puncak, karena setelah kalimati medan yang dihadapi cukup berat, kami harus melewati tanjakan yang sangat curam, maka dari itu kami meninggalkan tas dan barang bawaan di Kalimati. Sekitar pukul 22.00 WIB kami melanjutkan perjalanan. Perjalanan ini merupakan yang paling berat dibandingkan perjalanan sebelumnya. Saat mendaki puncak kami berjalan sambil merayap karena sudut kemiringan medannya mencapai 60 derajat dan udara sangat dingin menerpa tubuh kami. Setelah berjalan cukup lama, akhirnya kami sampai di Puncak Mahameru. Kami berdiri di ketinggian 3676 mdpl. Seakan-akan kami berpijak di tanah di atas awan. Pemandangan yang sungguh luar biasa, betapa indahnya ciptaanMu ya Rabb. Diriku ini terasa sebagai sesuatu yang sangat kecil di hadapanMu dan tak pantas untuk menyombongkan diri. Allahu Akbar…


Ranu kumbolo



Puncak mahameru

0 komentar:

Poskan Komentar